Waraney's posts with tag: promosi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag promosi
EventBungaMatahari: KebunKata (Rumah) Masa DepanJul 18, '08 3:03 AM
for everyone
Start:     Jul 27, '08 12:00p
End:     Jul 27, '08 4:00p
Location:     San Diego Hills Memorial Park & Funeral Homes
Chairil bilang ia ingin hidup seribu tahun lagi. Saya tak mau, tak tahan membayangkan sepi dan keringnya hari-hari yang harus dilalui.

Karena itu, sebelum teknologi jadi kelewat canggih dan usia kita benar-benar bisa diperpanjang, sebelum kita beku dan kaku dalam beribu tahun yang membuat kata-kata jadi abu, sebelum kita terpaksa mengaku cinta kepada seorang real doll, mari rayakan hari ini dan hidup yang terberkati.

Tinggalkan sejenak rumah yang nyaman, aman dan peluk kekasih yang hangat berkeringat. Rumah Masa Depan kita sudah melambai-lambai manis dengan jendelanya yang bertirai susu dan madu! Six feet under, baby!

Siapkan puisi, celotehan, sampah keluarga, curhat tentang kekasih yang ternyata cinta sesama, caci-maki kepada atasan di kantor, doa mohon naik gaji, segala unek-unek di hati, dan onani yang kentang. Tumpahkan semua di KebunKata (Rumah) Masa Depan, yang akan diadakan pada hari Minggu, 27 Juli, 2008, jam 12 siang, di San Diego Hills Memorial Park and Funeral Homes.

Jangan lupa bawa pakaian renang. Di sana kita bisa eksperimen berpuisi a la Deni Manusia Ikan. Yang merasa tubuhnya kurang seksi (saya tentu angkat tangan tinggi-tinggi), masih ada waktu seminggu untuk diet dan lari pagi keliling Nusantara.

Untuk teman-teman yang ingin ikut tapi tak punya kendaraan sendiri, BungaMatahari menyiapkan 1 (satu) bis berkapasitas 30 (tiga puluh) orang, yang siap menanti di tempat parkir RumahBermimpi, Jalan KH. Mas Mansyur 25 A, Blok 1 Lantai 3 No.4, Jakarta Pusat. Berangkat jam 10 pagi, segera daftarkan nama ke Mikael Johani (kirim email saja ke beliau), atau japri ke email saya di screamingney@gmail.com.

Untuk pembukaan, ini puisi dari saya buat masa depan yang cerah dan seksi!


Aku tak mau hidup seribu tahun lagi!

Aku tak mau hidup seribu tahun lagi
sendiri tanpa teman bercaci-maki
bersyair tentang masa yang sudah lewat
(dan sahabat yang jauh-jauh hari telah wafat)

Aku tak mau hidup seribu tahun lagi
mengenang yang sudah layu, tak henti
meratap, "Waktu aku masih muda dulu..."
di tengah tatapan kosong anak-cucu

Aku tak mau hidup seribu tahun lagi
malam-malam sepi membaca puisi
kekasih yang lama pergi, dan terbangun
di pagi yang dingin, menyapu kata-kata
yang terbang diculik angin

Aku tak mau hidup seribu tahun lagi!
lebih baik hidup seribu detik
di panas pelukan si seksi!





--
Waraney Herald Rawung


anya, mj, and me rented this little piece of property in kebon kacang for bungamatahari and irispustaka's basecamp.

not far from my own place. thats the beauty of it.

we welcome donations:
books, bookshelves, tables, chairs, pillows, refrigerator, air conditioner, carpets, tatamis, alcohol (for paint thinner and self-development acts), laptops (preferably high-end brands), printer, scanner, and food. lots of food.






http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/324


http://blackuniverse.multiply.com/journal/item/323

Linkbungamatahari's profile - StumbleUponJun 9, '08 1:22 AM
for everyone
Link: http://bungamatahari.stumbleupon.com/

Check out the latest (and not so latest) from BungaMatahari!

Berkreasi Lewat Teknologi

Kecanggihan zaman ternyata menghasilkan puisi yang 'lain'. Seperti yang dilakukan Iskandar. Dia bisa dengan mudah menyembunyikan puisi bertema rahasia dalam situs pribadinya. Puisi itu baru bisa dibaca ketika puisi tersembunyi itu di-klik. Atau ekspresi puisi Mikael yang sengaja dipajang terbalik dalam multiply-nya. Mikael bercerita tentang hidupnya yang pernah dibuat serasa dibolak-balik dalam puisi. Teknologi membantunya menampilkan tema puisinya dengan gamblang.

Sementara Anya memilih menggabungkan suara dering telepon pada setiap bait kalimat puisinya. Bunyi itu menambah nyawa puisi Anya yang menggambarkan suasana hatinya kala menunggu telepon dari seseorang. Kreativitas penyair komunitas ini boleh dibilang terpicu dengan perkembangan teknologi.

Tidak cuma menggelar lokakarya yang menghadirkan penyair ternama macam Joko Pinurbo dan Lintang Rowe. Komunitas Bunga Matahari juga pernah mengadakan pertemuan dalam acara 'bengkel kata' yang khusus membahas tentang sastra di blog. Beragam cara supaya tampilan puisi bisa lebih menarik dibicarakan. Mereka saling berbagi ilmu teknis tentang berpuisi di dunia maya.

Di mata Anya, menggabungkan teknologi dengan untaian puisi bukan disengaja demi tampak canggih. Ney melihat teknologi untuk memperlancar permainan kata mereka. Meski lebih merasa bebas berkreasi di internet, komunitas Buma tidak ingin mengukuhkan julukan mereka sebagai penyair dunia maya. Buktinya, satu per satu dari mereka tetap berkeinginan meluncurkan buku puisi masing-masing. Kendati saat lembar halamannya dibuka tidak ada bunyi dering telepon atau tulisan yang tersembunyi.

Karena itu komunitas Buma menganggap kegiatannya sederhana saja. Cuma sekelompok orang yang bermain dengan kata-kata di sebuah kebun. Mereka juga membuka diri terhadap beragam kemungkinan. Termasuk merekam pembacaan puisi mereka untuk diputar di radio Prambors, olahan lagu dan soundbite, serta pembacaan puisi di bioskop dan stasiun kereta api. Pergerakan ide baru mereka anggap harus selalu lahir. Seperti niat mereka menggarap pembacaan puisi untuk tayang melalui youtube di internet. n ind

( )
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336805&kat_id=460




Inspirasi Jakarta

Naik bis di depan Sarinah
Melirik mbak-mbak berbibir renyah
Wangi Sunsilk di pojok kanan
Semburat keringat di tepi kiri

Petikan puisi Ney yang tertera dalam multiply itu berjudul Change your belongings and step carefully. Thank you. Judul sederhana yang merupakan pesan singkat dalam bus Transjakarta yang bergema setiap mampir di halte. Bus TransJakarta adalah satu hal dari Ibu Kota negeri ini yang menghadirkan inspirasi bagi Anya, Mikael, Ney, Iskandar, dan Edo --para pentolan komunitas Bunga Matahari.

Berapa besar inspirasi itu? ''Sangat,'' jawab kelimanya kompak. Jakarta menginspirasi karena kelimanya saat ini tinggal dan mencari nafkah di sana. ''Jakarta bagian dari setting berpuisi,'' ujar Iskandar. Jakarta, termasuk semua masalah di dalamnya, sanggup menjelma indah dalam barisan kata-kata gubahan penyair komunitas ini. ''Sejak dulu Jakarta sudah begitu menarik,'' ujar Mikael.

Apalagi, semua yang terjadi hari ini seakan pernah terjadi di masa lalu. Bukan gemerlap lampu Jakarta atau keindahan penduduknya yang berseliweran di mal yang menarik Mikael. Ia justru melirik sisi yang disebutnya sebagai 'kebusukan Jakarta'.

Juga seperti Ney yang selalu merindukan keriuhan Jakarta setiap kali ada di luar kota. Entah kenapa sawah dan nyiur padi yang melambai tidak membuat Ney sanggup mencetuskan rangkaian kata dalam puisi. Padahal, sekitar dua tahun terakhir dia kerap dikirim bertugas keluar kota. ''Eh, ternyata malah tidak merangsang saya nulis.'' Akhirnya, konsultan humas di perusahaan Maverick itu pun menyadari inspirasinya adalah Jakarta lengkap dengan hiruk-pikuknya. ind

( )


http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336804&kat_id=460


Nostalgila

* Dua milis
Anggota milis Bunga Matahari biasanya tergabung pula dalam dua milis lainnya, yaitu the toilet untuk penggemar puisi berbahasa Inggris dan kwaci untuk cerita pendek.

* Langsung
Banyak anggota komunitas ini yang cuma mengenal karya serta nick name penulis tanpa pernah bertemu langsung. Interaksi mereka sebatas di dunia maya saja. Seperti seorang anggota milis bunga matahari yang tinggal di Bali dan berjasa membantu kelahiran Antologi Bunga Matahari. ''Itu tahun 2005, ketemu aslinya baru tahun ini,'' kata Anya.

* Beda karakter
Uniknya, terkadang apa yang dibaca bisa jauh berbeda dengan karakter sang penyair. Mikael mengomentari Ney yang sangat penuh canda, tapi puisinya begitu dalam. Atau Anya yang tampak selalu menikmati hidup, tapi kerap menulis puisi yang cukup kelam.

* Muda
Sebagian besar anggota milis ini adalah kaum muda, meski ada pula anggotanya yang berusia lebih dari 40 tahun. Latar belakang pekerjaan anggota milis Bunga Matahari beragam --dari ilmuwan, akuntan, juga tentunya penulis.

* Kuburan
Rencananya, acara 'kebun kata' berikutnya akan digelar di kuburan elite San Diego Hills di Karawaci, Tangerang. Namun, tema 'kebun kata' tersebut belum ditentukan. Sebelumnya, Bunga Matahari pernah membuat 'kebun kata' bertema di antaranya malam, merdeka, gelap-gelapan, rahasia, dan nostalgila.

* Luwes
Karena berformat serius tapi santai, anggota aktif komunitas menerapkan prinsip keluwesan dalam berorganisasi. ''Kami pernah membatalkan acara kebun kata,'' kata Ney. Alasan mereka, tidak mood. ''Jadinya cuma ngobrol-ngobrol aja.''

* Yogyakarta
Ulang tahun komunitas ini yang kedelapan dirayakan di Yogyakarta. Penggagasnya adalah anggota Buma yang bermukim di Kota Pelajar itu. Sebelumnya, mereka juga pernah mengadakan acara di kota Bandung, yakni ngamen puisi di sepanjang Dago untuk amal. ind

( )

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336806&kat_id=460


Prodita Sabarini ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Sun, 06/08/2008 10:06 AM  |  People


Semerbak Kata di Bunga Matahari

Kalau ada yang tidak suka, balaslah dengan puisi.

Dalam sebuah ruang kelas di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Gratiagusti Chanaya Rompas tanpa sengaja melihat kumpulan puisi yang ditulis temannya, Danar Pramesti. Benak perempuan yang biasa disapa Anya itu tersentak. ''Keren,'' katanya dalam hati.

Seluruh puisi Danar berbahasa Indonesia. Sungguh, Anya tak menyangka, puisi dalam bahasa Indonesia bisa semenarik itu. Anya lalu mulai menuangkan kata-kata sepenuhnya dalam bahasa Indonesia. Di saat bersamaan, Anya yang sedang kuliah di Sastra Inggris UI sedang asyik-asyiknya bermain internet. Lewat yahoogroups, ia membangun sarana memamerkan puisi. Namanya, milis Bunga Matahari.

Ada yang istimewa pada bunga matahari. ''Cerah dan ceria,'' kata Anya. Sendirian, ia menonjol. Bersama-sama, tetap sedap dipandang. Gerak bunga berwarna kuning terang yang selalu mengikuti arah sang surya seakan menjadi simbol perasaan manusia yang melankolis. Kadang terang, kadang pula gelap. ''Segala macam perasaan seperti terwakili oleh filosofi bunga matahari,'' sambung Anya lagi.

Bagi Anya, tidak ada yang tidak boleh dalam dunia bunga matahari. Maka, terpilihlah jenis bunga satu itu untuk nama komunitas baru itu. Berdiri pada 19 April 2000, anggota pertamanya cuma dua: Anya dan Danar. Tak terasa, ''Lama-lama sampai sekarang ini,'' kata Anya. Jumat pekan lalu (31/5), setelah delapan tahun, anggota milisnya mencapai 1.715 orang. Isinya penikmat dan penulis puisi. Inilah salah satu komunitas penyair dunia maya di Indonesia.

Komunitas Bunga Matahari (Buma) pun terbuka bagi semua orang. Kecuali mengirimkan iklan politik atau produk yang tidak berhubungan dengan sastra, kiriman puisi akan dimuat moderator milis Buma. Tanpa sensor. Anggota komunitas ini, Mikael Johani, mengatakan bahwa saringan sebuah puisi ada di tangan pembaca. ''Bukan di moderator,'' ujar pria yang bekerja sebagai penulis lepas.

Alhasil, ada puisi yang seluruhnya ditulis dalam huruf besar, lalu puisi berbau agama, termasuk puisi yang menyerupai pidato. Semua sah saja. ''Kalau ada yang tidak suka, balasnya dengan puisi,'' sambung moderator milis, Waraney Rawung (Ney). ''Marahlah dalam puisi.''

Jangan heran seandainya perdebatan di milis ini berlangsung dalam bentuk puisi berantai. Karena, tidak ada batasan dalam dunia Bunga Matahari. Termasuk bagi para penulis puisi yang masih malu-malu dengan karyanya. Kata selamat datang terucap untuk anggota baru. Tidak perlu meminta maaf karena merasa tidak layak tampil.

Di luar dunia maya, mereka mengadakan pembacaan puisi secara santai dan spontan dalam 'kebun kata', 'bengkel kata', dan 'rumah kata'. Yang terakhir disebut merupakan pameran puisi visual. Di sana, membaca puisi bergabung dengan seni lain seperti fotografi, musik, dan film. Misalnya, membaca puisi sembari memutar film pendek tanpa suara.

Komunitas Buma juga sudah menerbitkan satu buku berjudul Antologi Bunga Matahari yang diluncurkan tahun 2006. Karya para 'bunga matahari' lainnya terbit di dunia maya lewat blog, multiply, atau situs lain yang terpampang di internet. ''Di Buma, yang kami lakukan adalah bermain dengan kata-kata,'' kata Mikael. Apalagi, sambungnya, komunitas Bunga Matahari ditujukan bagi semua orang termasuk mereka yang cuma senang membaca puisi.

Niat komunitas ini untuk memasyarakatkan puisi dan menjadikan karya mereka terkesan begitu ceria tanpa embel-embel penyair yang identik dengan bahasa berat. Mereka berniat terus mengembuskan atmosfer kebebasan berpuisi bagi semua orang. Puisi bukan sesuatu yang suci atau sakral. Kata Mikael, ''Buat kami, semua bisa berpuisi. Inilah cara kita berpuisi.''ind


http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336803&kat_id=460



Eventkumpul2 komunitas bungamatahari bandungMay 12, '08 5:43 AM
for everyone
Start:     May 20, '08 4:00p
End:     May 20, '08 9:00p
Location:     Ngopi Doeloe Gramedia Merdeka
http://noenndestination.multiply.com/calendar/item/10003/kumpul2_komunitas_bunga_matahari_bandung

Blog Entryberduri downey May 7, '08 1:20 PM
for everyone
loncatloncat awas kesandung borat
dari maksiat ke max syad
dapet salam dari intan berduri
pemenang ffi susah dicari

downey donni perlu lebih banyak beli vcd
masak nggak tahu fenomena intan berduri?
petunjuk nomor 1: partner ida royani
petunjuk nomor 2: rima melati.

seorang gadis?
ah, donni yang manis
kenapa semuanya harus perempuan?
siapa tahu ceritanya tentang keserakahan?

petunjuk 3: perpustakaan sinematek
petunjuk 4: koleksinya bikin meremmelek.



promosi skalian narsis skalian downey on me di sini.



Start:     May 11, '08 6:00p
End:     May 11, '08 9:00p
Location:     Cafe au Lait, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat
Hai teman-teman!

Sesuai janji surga kami para moderators (sebenarnya saya aja sih yang janji tapi mengatasnamakan banyak orang kan sekarang lagi nge-trend jadi ya sudahlah), hari Minggu, 11 Mei, 2008 yang akan datang, BungaMatahari akan mengadakan Bengkel Kata bertema "Tuhkan Ada Hal-Hal Yang Belum Selesai!" di Cafe au Lait, Cikini, Jakarta Pusat.

Acara ini diadakan untuk memuaskan dahaga hati yang kentang (kena tanggung-istilah anak disko jaman dulu oh yee) sepulang dari diskusi "Menilik Sastra Maya" di Teater Utan Kayu tanggal 12 Maret lalu. Kalau acara di TUK waktu itu lebih memusatkan perhatian kepada 'sastra maya' sebagai sebuah wacana, "Tuhkan" diniatkan sebagai ajang bagi-bagi ilmu tentang blogging, stumbling, flocking, facebooking, photo-stealing, poetry-stealing (oh yeaaah Erwin Arianto!), dan segala cara asoygeboy yang tersedia untuk lebih memaksimalkan kehadiran kita sebagai penyair dunia maya.

"Tuhkan Ada Hal-Hal Yang Belum Selesai" akan menghadirkan penulis Eka Kurniawan sebagai pemancing diskusi. Penulis yang cukup geeky bloody nerdy but oh so sexy ini juga akan membagi ilmu tentang cara memaksimalkan tools-tools yang disediakan oleh The Internet bagi kita, para oh-so-cool-cyborgs. Pelaku Kudeta Sastra Anya Rompas dan Mikael Johani juga akan mendampingi Master Eka. Jadi buat kalian yang suka nyolong foto2 Anya dari blog saya, juga buat para MJholics Indonesia, ini kesempatan sempurna untuk melengkapi koleksi dan memenuhi obsesi.

Nothing wrong with a little obsession, eh?

Jadi, siapkan laptop kalian. Pinjam kalau perlu, nyolong kalau punya ekstra nyali. Kami tunggu kedatangan kalian di Cafe au Lait. Jam 6 sore sampai 9 malam!

Peserta acara ini akan mendapat sertifikat P.E.N.Y.A.K.I.T.K.U.S.T.A (Penyair Kecanduan Internet Kudeta Sastra Suka-Suka) yang ditandatangani oleh saya sendiri, serta mendapat kesempatan untuk foto-foto bareng dengan who else but yours truly.


--
Waraney Herald Rawung

LinkBungaMatahari@freemagz.comMay 3, '08 2:58 PM
for everyone
Link: http://freemagz.com/main-article/the-art-dream-teams

THE ART DREAM TEAMS | Dengan, Untuk, Komunitas, Kalian, Puisi | Jakarta Entertainment and Lifestyle Guide | freemagz.com

Penyair Dunia Maya

Minggu, 27/04/2008

‘‘SEMUA bisa berpuisi’’,itulah tagline dari komunitas BungaMatahari.Siapa pun yang suka berpuisi bisa curhat lewat milis itu, termasuk Anda.

BungaMatahari (BuMa) adalah komunitas puisi berbasis mailing list (milis) yang dibentuk pada 19 April 2000 oleh Gratiagusti Chananya Rompas (Anya).

Anggota sekaligus moderator, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan TukangKebun.Penggagas milis ini adalah Danar Pramesti. Pada awalnya, milis BuMa merupakan ajang tukar-menukar puisi bagi kedua perempuan ini. Di kampus Universitas Indonesia,Anya dan Danar bertemu dan mulai nongkrong bareng.

“Awalnya, namanya anak kuliah,pengen main. Kebetulan pada suka nulis puisi,kita mikir seru banget, nongkrong sambil bikin puisi,” tutur Anya saat berbincang dengan SINDO, di Tornado Coffee. Dari dua menjadi banyak. Mereka ‘’menggalang’’ massa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik juga Fakultas Sastra UI.

Anehnya, para sastrawan muda di fakultas sastra sempat menolak gabung.Namun, perlahan-lahan milis Bungamatahari mulai dikunjungi dan memiliki member dalam jumlah signifikan. “Terlebih pas awal launching buku ‘Antologi Bunga Matahari’. Kita sempat kebanjiran request member.Tapi belakangan ini mulai stabil,”ujar Ney,seorang TukangKebun.

Dalam delapan tahun perjalanan BuMa, mereka telah memiliki sekitar 1600 member dalam mailing list BuMa,dan sebuah buku antologi puisi. Perkembangan BuMa yang termasuk cepat memerlukan sejumlah moderator andal. Sebut saja tukang kebun lain,yaitu Nurman Priatna, Pugar Restu Julian,Aloysius Widyosuwasto, Lovelli Ariesti, Yoshi Febriyanto, Festi Noverini, dan Waraney Herald Rawung.

Nama BungaMatahari dipilih berdasarkan sejumlah alasan. Pertama-tama,kebanyakan orang masih memandang puisi sebagai sesuatu yang melankolis cenderung tragis cenderung menye-menye, paling tidak pada saat milisini dibuat. Keinginan untuk membongkar pandangan semacam inilah yang mendorong pendiri untuk mengedepankan gambaran bunga matahari yang cerah, ceria, namun pada saat yang bersamaan masih memiliki sisi puitis.

‘’Semua Bisa Berpuisi’’, Mikael Johani seorang moderator BuMa, yang menyebut dirinya penyair, kerap mendapati sinisme akan ungkapan tersebut.Tidak sedikit penyair atau sastrawan angkatan lebih tua mengkritisi karya mereka. Semua bisa berpuisi banyak dikritik.Menurut mereka, enggak semua orang dapat berpuisi. Tapi kalau BuMa asyik-asyik aja.

“Generasi baru sastra yang belum diakui tidak mencari pemberkatan atau restu dari mereka. Kita di sini untuk berbagi,”ujar Mikael. “Dan kita tidak berminat untuk digurui,”tambah Anya. Sederhananya, semua orang dapat bergabung dalam milisBuMa dan berpuisi.Tidak terlalu peduli akan tema, struktur, karena semua dikembalikan pada kedewasaan masing-masing anggota.Pada prinsipnya, seseorang bisa bertutur lewat puisi, mengasah kepekaan mereka,dan berani berpuisi lewat milis.

Keanekaragaman tema membuat para moderatornya ‘’kewalahan’’.Beberapa puisi yang mengandung unsur Sara dipersilakan menempati ruang dalam milis.Lalu di mana letak sensor? “Tidak ada.Kita mengembalikan pada pembaca untuk menginterpretasi puisi itu,”tutur Anya.

Jikalau ada perdebatan, hendaknya tidak menjadi api pemicu permasalahan lebih besar. Sosok-sosok sastrawan mudainimemilikikedewasaandan kebijakan dalam menyikapi ekspresi rekan-rekan mereka. Saat ini (masih) berkembang dalam lingkup dunia maya.

“Bagi kami dunia maya adalah nyata,”ujar Mikael seraya tersenyum. Ya, berbasis internet Bu- Ma menyalurkan cita rasa sastra semua kalangan yang mencintai kata-kata.Para moderatornya pun jeli melihat perkembangan internet dengan segala layanannya.Tidak sekadar milis,tapi juga memaksimalkan layanan yang ada untuk menjaga eksistensi BuMa.

“Kita pernah bikin acara baca puisi bersama, dan direkam lalu dimasukkan ke dalam YouTube,”jelas Ney. Atau Lahirnya The Toilet dan Kwaci untuk mengakomodasikan hujanan kata dari para anggotanya.The Toilet berisikan puisi dalam bahasa inggris, sementara Kwaci adalah milis untuk menampung cerita pendek. Perlu diingat bahwa di BuMa,hanya puisi berbahasa Indonesia yang diterima.

Dan sampai saat ini BuMa telah memiliki puluhan ribu puisi yang 180 di antaranya sudah dibukukan dalam Antologi Puisi Bunga Mataharidi tahun 2006. Melihat perkembangan BuMa kini, baik Anya maupun Danar tidak akan menyangka bisa jadi sebesar ini.

“Tidak menyangka sama sekali. Kalau sekarang ngobrolsama Danar suka lucu aja. Dulu kita paling cuma iseng. Awalnya, pengen semangat nongkrong lebih gede dari berpuisi,” ungkap Anya seraya tertawa.

Antara Maya dan Nyata

SELAIN aktif di dunia maya, komunitas Bunga Matahari memiliki serangkaian acara di dunia nyata. Di antaranya Kebun kata, Rumah kata, Bengkel kata, dan BuMa untuk semua.

KebunKata adalah acara pembacaan puisi yang terbuka bagi siapa saja – anggota BuMa atau bukan. Walaupun menawarkan konsep pembacaan puisi yang santai dan spontan, acara ini biasanya mengangkat sebuah tema untuk dieksplorasi oleh pengunjungnya. Di dalam acara ini beberapa kali dilakukan kegiatan MainKata.

Di sini para pengunjung dapat bekerja sama menuliskan sebuah atau beberapa puisi. RumahKata adalah sebuah acara berkonsep pameran yang menampilkan karya-karya eksplorasi dari literatur yang dipadukan dengan kesenian-kesenian lain. Pameran selalu dibuka dengan sejumlah pertunjukan yang sedapat mungkin juga mengusung semangat kolaborasi, baik antara dua atau lebih bentuk kesenian yang berbeda maupun dua atau lebih penampil.

Acara ini diselenggarakan secara berkala oleh Komunitas BungaMatahari (BuMa) dan mengangkat tema berbeda setiap kalinya. Sedangkan Bengkel kata adalah kegiatan yang bersifat pelatihan dan memberikan kemampuan atau pengetahuan tambahan mengenai puisi,bentuk-bentuk karya sastra yang lain,juga hal-hal lain di luar itu yang berhubungan dengan kehidupan berkomunitas di BuMa.

Beberapa kali BuMa mengundang sastrawan senior untuk berbagi, bukan sekadar menggurui. Karena pada dasarnya tiap orang memiliki cita rasa dan kekhasan dalam menulis puisi. Kiprah BuMa untuk Semua memungkinkan kerja sama dengan komunitas atau lembaga yang bergerak di dalam bidang literasi maupun nonliterasi untuk mengadakan kegiatan berpuisi atau literasi atau kesenian secara umum atau kegiatan dengan tujuan- tujuan sosial.

Langkah Maksimal

DAPAT dikatakan, sekumpulan sastrawan muda dalam komunitas BuMa bukanlah orang-orang yang ambisius. Meski ada banyak kesempatan untuk maju, mereka memilih mengambil langkah-langkah kecil, tapi maksimal.

Sukses dengan buku Antologi Bunga Matahari, mereka belum berencana merilis sekuel atau tetraloginya. “Mengalir aja. Rasanya belum ideal, dari waktu dan tenaga belum memungkinkan,” tutur Anya.

Dahulu, pembuatan buku antologi membutuhkan dedikasi penuh dari penggagasnya. Ada sekitar 5000 puisi pertama di milis yang disaring untuk masuk buku. “Editing kita termasuk tidak repot, tapi membutuhkan keseriusan,” jelas Anya. Puisi dari tahun 2000 sampai 2005 diambil ‘’Top 180-nya’’, dan dibuatkan buku. Jika menggunakan perhitungan seperti itu, untuk Antologi part II, paling tidak dibutuhkan puisi ke 5001- 10.000 puisi.

Namun, tidak semudah perkara angka saja. Tidak ada target khusus, semua menjalani hidup dan napas berpuisi dengan wajar. Anya dan Edo Walla mempersiapkan buku mereka, sementara anggota lain berpuisi dari blog ke blog. “Dari kita semua, buku Anya dan Edo paling siap maju ke penerbit,” dukung Ney. Dunia maya atau jaringan internet adalah kenyataan bagi anak-anak muda ini.

Mereka paham betul soal ‘’dramatisasi’’ dunia maya, apa yang sedang atau akan berjaya. Selain milis, BuMa memiliki ‘jendela-jendela’ di situs sosial lain seperti YouTube, Facebook, Friendster. “Selalu ada yang baru. Dan kita tidak membatasi hanya pada satu medium,” terang Mikael.

Bagi mereka, puisi dan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan. Sastra dunia maya adalah hal yang menarik. BuMa ingin terus menyemangati dan mewadahi minat dan bakat menulis puisi juga merangsang keberanian dan keasyikan membaca puisi di semua kalangan.

Sementara itu, lewat puisi, BuMajuga ingin ikut melestarikan dan mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, BuMa telah dan terus mencari kesempatan untuk mengadakan kegiatankegiatan berpuisi yang menyenangkan serta menjalin kerja sama dengan komunitas-komunitas lain, baik yang bergerak dalam bidang sastra maupun tidak, untuk semakin mengakrabkan puisi dengan masyarakat. (yohana yuliatri)


Start:     Apr 28, '08 7:00p
Location:     Gelanggang Planet Senen
Komunitas Planet Senen (KoP’S) akan mengenang kepergian Chairil Anwar tanggal 28 April 1949 di Rumah Sakit CBZ (Rs. Cipto Mangunkusumo sekarang) dalam usia 26 tahun, 9 bulan dan 11hari itu, secara sederhana, dan apa adanya.

Untuk mengenang Chairil Anwar, KoP’S menyiapkan acara pembacaan biografi singkat Chairil Anwar (Endo Senggono), pembacaan puisi dan musikalisasi Puisi karya Chairil serta Orasi Budaya (IrmanSyah) yang bertajuk “Planet Senen dan Chairil Anwar”,serta baca puisi oleh penyair-penyair Jakarta seperti Ahmadun Yossi Herfanda, Viddy AD Daery, Budhy Setyawan, Sihar Ramses Simatupang, Rara Gendis, Miranda Putri, Slamet Rahardjo Rais, Anya Rompas, Imam Ma’arif dan banyak lagi, pada 28 April 2008, bertempat di Kuburan Karet dan Planet Senen, dekat Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Acara KoP’S dimulai dengan ziarah ke makam Chairil di Karet Pukul 09.00 WIB, dengan materi pembacaan puisi dan do’a KoP’S, dan kemudian kembali ke Senen.

Selanjutnya acara dilanjutkan pada malamnya, pukul 19.30 – selesai di Plaza depan Gelanggang Planet Senen, Jln. Stasiun Senen No.1, tepatnya di depan
Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

KEGIATAN KOP’S UNTUK REVITALISASI PLANET SENEN

Penyelenggara acara adalah “KoP’S”, yang menelorkan even berkala sekali sebulan di Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, yaitu “Planet Kongkow”. Acara pertama Senin/7 April lalu sukses digelar dengan tajuk “Kongkow Sastra” yang melibatkan masyarakat umum, seniman/cendikiawan/dan budayawan muda, pengamen, serta penonton yang mobile dari terminal ke pasar, dan stasiun, atau/dan sebaliknya.

Tanggal 28 April ini “KoP’S” sengaja menggelar even yang bertajuk “Planet Senen dan Chairil Anwar”. Acara ini bukanlah tak beralasan:

Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia , Jakarta menjadi Pusat Pemerintahan. Otomatis, Jakarta juga menjadi serbuan utama “Seniman Urban” pada masa itu. Waktu itu masa usai kejayaan Pujangga Lama, Pujangga Baru, dan Angkatan 45, menjelang babak baru Indonesia, babak baru kesusastraan dan Kesenian Modern Indonesia.

Waktu itu,peran penting Planet Senen di sekitar Pasar Senen yang terletak di jantung Ibukota, telah menjadi guru kehidupan bagi para seniman. Tidak hanya sekedar karya sastra dan seni pertunjukan yang mereka alami, tempaan kehidupan keras pasar, situasi politik yang sering berubah, sampai pada inflasi ekonomi yang membangun kondisi empiric, basis penciptaan yang membuat mereka mampu bertahan hidup, sambil melahirkan karya-karya besar.

Spirit inilah yang dibangkitkan kembali oleh KOP’S, agar “ruang public” mampu membangun eksistensinya menjadi “ruang cultural”. KoP’S berusaha untuk
mengembannya. Akan hadir di acara ini antara lain, Imam Ma’rif, Viddy AD Daery, Giyanto Subagio, Anya Rompas, Slamet Raharjo Rais, Exan Zen, Ahmadun Yosi Herfanda, Akhmad Sekhu, Warga Nandang Rahayu, Sihar
Ramses Simatupang, Widodo Arumdono, Putri Miranda, Rara Gendis, serta grup Denting, Sapta, Big-aW! dan KAPAS. (KoP’S)


Blog EntryUlang Tahun BuMa di Yogya. Apa Kabar Jakarta?Apr 4, '08 12:37 AM
for everyone
Selamat siang teman-teman,

Ulang Tahun BuMa di Yogyakarta
Kalau tak ada halangan, malam ini saya, Mikael dan Anya akan ke stasiun Gambir membeli tiket kereta untuk perjalanan tanggal 18 April yang akan datang. Maaf kalau terkesan ingin duluan. Sampai saat ini siapa lagi  yang akan ikut ke Yogya masih belum jelas. Seingat saya baru Yoshi Gedong Project, Jorgi Ibrahim, Danar Allstar, Inez, dan Dani, yang sudah konfirmasi ingin pergi.

Ada beberapa teman lainnya yang sudah mengutarakan keinginan untuk ikut, tapi belum konfirmasi ulang. Harap maklum, acara ini memang serba spontan. Tapi karena spontanitas ini sudah disikapi dengan sangat baik oleh teman-teman BuMa di Yogya, saya rasa tak ada salahnya kita membalas ketulusan mereka dengan memberikan kepastian berapa orang yang akan datang.

Ini akan sangat membantu mereka dalam hal pemesanan tempat dan persiapan acara. Acaranya mungkin cuma akan hahahahihihi baca puisi asik asik, tapi bukan berarti tak boleh dipersiapkan dengan rapi kan? :)

Yuk, bantu mereka dengan mengirimkan sms konfirmasi ke nomor saya di 0816 116 3015 atau japri ke screamingney@gmail.com / duniahitam@yahoo.com / neyspeaking@yahoo.com. Yang masih ragu-ragu, klik saja di sini untuk melihat informasi jadwal keberangkatan dan harga tiket kereta api. Lalu putuskan ingin naik yang jam berapa. Tiket sekali jalan ke Yogya berkisar antara Rp190.000 sampai Rp210.000.

Yang mau ketemu di stasiun Gambir (eh, Gambir kan? hehehe) malam ini, silahkan lho. Makin rame makin asik. Dari sana kita bisa kumpul2 di mana kek. Weekend nih!

Teman-teman dari kota lain (selain Jakarta, duh capek deh Jakarta melulu!) yang ingin datang ke acara di Yogya tanggal 19 April, selain bisa sms ke saya, bisa juga langsung kontak Malaikat Kecil atau teman-teman lainnya di Yogya.

Apa Kabar Jakarta?
Halo teman-teman di Jakarta! Nggak ada suaranya nih? Pada keberatan kerjaan semua ya? Hehehehe....Apa nggak ada yang ingin membuat acara ulang tahun BungaMatahari? Beberapa orang sudah menanyakan hal ini kepada saya, sayang belum ada yang menyatakan ingin menjadi 'organizer'-nya.

Pak Atek dari Rumpin sudah bersedia membuat acara untuk teman-teman yang tinggal di daerah sekitar itu. Silahkan hubungi Pak Atek  untuk penjelasan lebih lanjut.







Blog EntryMari Merayakan Ulang Tahun BungaMatahari!Mar 31, '08 6:43 AM
for everyone

Halo teman-teman,


Menyambut ulang tahun BungaMatahari ke 8 tahun ini (19 April), ada beberapa acara yang akan diadakan:

1. Jalan-jalan ke Yogyakarta.
Acara ini merupakan hasil ngobrol-ngobrol larut malam dengan Kinu sepulang dari ulang tahun Apresiasi Sastra. Saking asiknya ngobrol, Kinu sampai ketinggalan kereta pulang ke Yogya. Hehehe....

Di Yogya, agaknya tidak akan ada acara resmi-resmian. Hanya kumpul-kumpul di malam Minggu di tempat yang enak untuk ngobrol ngalor-ngidul, baca puisi spontan atau mungkin genjrang-genjreng. Yang penting senang dan dapat kenalan baru.

Tua-muda, siapa saja, semua bisa ikut. Rombongan dari Jakarta akan berangkat Jumat malam naik kereta. Tiket dan kepastian jam keberangkatan belum jelas. Hahaha...Yang penting niat, soal lain belakangan.

Untuk yang tinggal di Jakarta dan ingin ikut, bisa sms saya di 0816 116 3015. Kami perlu tahu kira-kira berapa orang yang akan pergi.

Teman-teman dari daerah lain (Salatiga? Bali?) yang ingin ikut silahkan mengorganisir diri sendiri.

2. BengkelKata: Sastra Suka-Suka - Tuhkan Ada Hal-hal Yang Belum Selesai!
Acara berbagi ilmu main-main di dunia maya ini rencananya diadakan awal April. Tapi melihat kesibukan orang-orang yang terlibat di dalamnya, agaknya terlalu ambisius kalau dipaksakan. Berarti diundur sesudah Jalan-jalan ke Yogya.

Saya sudah bertemu dengan Yuni, manajer Cafe au Lait di Jalan Cikini Raya (BuMa beberapa kali mengadakan acara di sana), dan dia setuju tempatnya digunakan. Tinggal kepastian jumlah orang, waktu, dan peralatan yang diperlukan (perlu menyewa in focus dan screen-nya).

Sementara itu, mungkin teman-teman bisa menyumbang ide tentang topik apa saja yang bisa dibicarakan?

Ingat, acara ini diadakan untuk berbagi ilmu tentang cara-cara bersastra di internet. Jadi kita ingin tahu, selain mailing list, friendster, multiply, blogspot (dan saudara-saudaranya), firefox, flock, ning, friendfeed, twitter, facebook, apakah ada arena-arena lainnya yang sama menyenangkan atau lebih menantang?

Kalau ada yang merasa mampu dan mau membagi ilmunya, silakan japri Mikael Johani di mikalejohain@yahoo.co.uk (disclaimer: beliau ditunjuk dengan semena-mena tanpa persetujuan terlebih dahulu). Tentu lebih nikmat kalau acaranya tak terstruktur dan lebih terasa seperti ngobrol-ngobrol santai. Tapi tak ada salahnya juga kalau ada yang sukarela jadi salah satu pembagi ilmu.

Semangat (duileh berat amat) yang ingin diangkat dalam acara ini adalah, untuk soal bersastra di internet tak ada kata selesai!

3. KebunKata 'UlangTahun'
Karena sebagian Tukang Kebun dan penggiat BuMa kabur ke Yogyakarta, siapa pun yang merasa anggota BuMa di Jakarta dan kota-kota lainnya bisa mengadakan acara ini. Gampang kok. Kumpulkan aja teman-teman kamu yang cukup narsis dan suka bermain-main kata. Janjian di satu tempat yang nyaman dan tidak bikin kantong jebol, tentukan tanggal dan umumkan! Nggak perlu panitia-panitiaan yang ribet. Yang penting senang!

Seru kan, kalau ulang tahun BungaMatahari bisa dirayakan bersamaan pada tanggal 19 April (hari Sabtu lho!) di beberapa kota sekaligus. Ayo Banda Aceh, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Solo, Salatiga, Surabaya, Manado, Balikpapan, Denpasar, Jayapura, Merauke, dan lain-lain! Kalian pasti bisa membuat acara yang lebih keren dari yang pernah dibuat sebelumnya!

Ayo! Pasti seru! Masa kalah sama otonomi daerah? Hehehehe...

4. T-shirt BungaMatahari
Yang berminat beli, silahkan japri saya di screamingney@gmail.com atau sms di 0816 116 3015. Disain dan detail pembeliannya bisa di lihat di attachment atau klik di sini.

 

Semua Bisa Berpuisi! Yang Tak Setuju Dengan Ini Juga Tak Apa-Apa...Hahahahaha
 
Waraney Herald Rawung

http://malamkemarau.blogspot.com/2008/03/mari-merayakan-ulang-tahun.html
http://duniahitam.wordpress.com/2008/03/31/mari-merayakan-ulang-tahun-bungamatahari/




Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help