Waraney's posts with tag: gedong project
blueberry cheesecake dan jalan depan senayan city yang bechek leherku pegal menahan dorongan menengok ke kiri ke kanan siapa tahu kau datang, mungkin saja kau mampir, kapan-kapan layar handphone aus digosok jemari yang haus membelai your cake tak bisa tidur tak selera makan, semeja pesta yunani romawi tak mampu bangkitkan selera hidupku, karena apalah arti perut terisi, kalau organ lainnya kosong dirampas milisi? apalah arti keju basi perancis dan tepung remasan mbakyu kalau lidah dan langit-langit mulut lekat dengan kata-kata yang tersangkut di sana? memang berakhir dengan a sweet fuck, berawal dengan a sweet conversation tapi kenapa punggungmu selalu tegak, pegal mengapit birahiku yang full action? atau karena langit-langit kamarmu bercorak barbershop neon merah putih biru? kau merindu saat tubuh kita kaku merapat di lantai dan kau sibuk sendiri di situ. aku berjanji sayangku, pada zeus dan aphrodite, untuk tenggelam dalam tapa aku bersumpah semestaku, pada andromeda dan nebula, untuk larut dalam diet agar curah darahku di piring pesta kita murni tanpa gula-gula atau garam laga agar irisan dagingku di mangkuk dansa kita suci tanpa lemak mortal combat. seperti biasa sastra menolak cerdas di sini!
polly said her back hurts asked for camomile tea and jasmine candy polly said her heart breaks asked for a-ten-mile sea and a lovin' mommy polly, come over to daddy get ready to meet lucy a black-hooded girlie
ol' cobain played cricket with a mouthful of pills and a sackful of breathing bills he said i took those coz my stomach's hurtin' we said dont touch 'em coz you'll be dead before mornin' ol' cobain's checkered flannel shirt, ripped at its elbows my curtains flecked with angel's shit, flipped at tomorrows before him metals and grind cores are nothing but non-keyboards moanings after him petals and wind choires are everything that choke my meanings and i'm still hoping to hold my can to answer you with a yes and a can when deep down inside its all a mess that never ends
we drink oil, daily, singing praise jesus haleluyah and will not satisfy until all lands surrender coz nothing is sweeter than murder in the name of mesiah coz nothing is sexier than a resurrected pariah
when we, unashamedly, gathered in this warnet here that warnet there, to get a glimps of darlings 404 not found nanda and amed and hey people its not not not not not supposed to be fucking found! when we, innocently, gathered in print in televuckinvision radio and gallantly sang curses to these darlingsssssss no wonder lennon felt crucified no wonder jesus jesus jesus was crucified. coz we're all vermins. i couldnt find you, darling 404 was it because you've never seen me before? or, the sun in your eyes couldnt find the door?
jedowney donni menjelajah jakarta kota di mana malaikat menjarah jarah jarah jarah mary and jane lady jane under the broadwalk met mjohani and got down under real quick even before you could spell m.j.h.o.l.i.c. realfuckingquick. jedowney donni menjelajah jakarta karena jawa memang barat oh sangat jauhna, pulangna malamna tak sehat buat mary jane jedowney donni n mjohani where do you want to be tonight with me? pesta pora kata-kata di blog edophilia. lengkapnya loncat ke sana.
forever not found 404 coz flock the geese in your monitor forever not found evermore, coz guitar god gary moore is no longer the master of his finger, your finger our fingers lickin good, lickin the mighty penis sprouting on someone's head in memphis wunderbar i'd rather wunderlust to move my feet off the ground humping around to bali, to bali to the place where poets and tourist roam to the paddy fields like the one in your pretty postcards, playing cards in foam in foam, whooooooooooooaaaaaaaaam the girl with braids sang halleluya, she just wrote the lines up there, yesterday while we were stuck up there in the air in the air in the air flock your rock and check the dying polar bear at the nearest movie palace, william wallace will tear his heart out at the sight of those dancing dolphins dancing cheetah dying carribou dancing and fucking but mostly dying in death's embrace in death's embrace. amazing grace, is when you find an apple on the sidewalk, covered with chalk and you ask the bystander have you seen my baby? my baby? my baby? have you seen my baby? forever not found your 404 baby coz she's too busy flocking with cccccccybbbbbooorrggs who couldnt even spell or pronounce h i g h.

|  | Menurut Yoshi, kalau kemarin malam toko buku Aksara di Kemang dibom, majalah Indonesia Tattler pasti akan mengeluarkan edisi duka cita. Kenapa? Soalnya hadirin yang datang (agaknya) orang-orang 'yang megang Jakarta' semua.
Lelaki beristri spammer CCF ini memang pintar. Kalimat singkat itu mencakup semua kesan yang saya dapat tadi malam di Aksara. Tentu saja, pendapat semacam ini 'kena' banget di otak cheap bastard marxist wannabee seperti saya.
Pulang kantor kemarin malam, saya buru-buru meluncur ke Kemang. Setelah beberapa bulan tak perlu berhadapan dengan kebiadaban macet jalan-jalan ke arah daerah ini, semalam saya menderita betul. Taksi yang saya tumpangi nyangkut hampir setengah jam di depan Pasaraya Blok M. Masuk ke Kemang pun harus merayap, karena jalan Kemang Raya yang bopeng-bopeng habis.
Saya tak langsung ke Aksara, tapi mampir dulu ke Casa. Ketemu dua dedengkot aksi Kudeta Sastra, Anya Rompas dan Mikael Johani. Malam itu mereka sudah melewati entah pitcher ke berapa, sedang kesenangan mencoba cocktail, sambil mematangkan rencana Kudeta Sastra yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Meminjam istilah dari Binhad Nurrohmat (di acara KebunKata beberapa bulan lalu), mereka benar-benar tampak seperti gembong Sastra Funky. Padahal saya yakin betul Binhad lebih funky dari kedua setan itu.
Baru saja pantat menyentuh kursi, Mikael sudah menyodorkan mp3 record player ke moncong saya. Tanya ini-itu (tentu dalam bahasa Inggris, kan kami penyair gaul super mestizo!).
Setelah bosan, baru kita turun ke bawah. Buset. Ramai betul. Saya sampai tak tahu apa yang dibicarakan oleh Laksmi (dan lain-lain) dalam acara peluncuran tadi malam. Capek melihat acara yang entah tentang apa, kami pun ganti posisi ke dekat meja makan. Saya dapat masakan India. Lumayan kenyang.
Saat keliling-keliling cuci mata dan cari makanan, tiba-tiba ketemu Wendy Stoep, teman SMA yang sudah tak ketemu hampir 10 tahun. Malam itu dia bertugas jadi security acara. Bulan Juni atau Juli depan dia akan menikah, dan janji akan mengundang saya. Stoep dulu salah satu jagoan di SMA saya. Tapi dia anaknya baik banget lho. Nggak banyak ngomong, tapi pembela teman.
Bosan melihat keramaian Aksara yang seperti dipindah dari Ubud itu (menurut Mikael, serasa di Casa Luna atau Indus - sampai bule-bulenya pun orangnya itu-itu juga! hahahaha), kami pun pindah.
Sampai di Tabac, masih cukup sepi, lagu-lagu masih enak, crowd masih ok. Makin malam lagu makin tak jelas, crowd makin aneh, waiter makin tak ramah. Males. Jam 12 kami pun cabut.
Sudah ngantuk, tapi males pulang. Tahu kan rasanya? Suami-istri spammer garing pulang, kami bertiga terus ke Starbucks Thamrin. Ngobrol satu jam, tiba-tiba manajemen Starbucks dengan baik hati memutuskan menghibur tamunya dengan renovasi ruangan. Suara bor dan lain-lain yang bikin budek akhirnya mengusir kami pindah ke sebelah.
Di Burger King tak lama. Saya sudah ngantuk dan kebelet pup. Tapi di tongkrongan terakhir ini saya dapat ide untuk buat komunitas baru. Namanya P.E.N.Y.A.K.I.T. K.U.S.T.A.
Itu singkatan keren dari PENYAIR KECANDUAN INTERNET, KUDETA SASTRA SUKA-SUKA.
Mau bergabung? Download Flock dulu lah. Nanti kita ngobrol lagi. Sekarang saya mau kerja dulu.
|
| |