Soul searching is expensive. Itu kata teman saya tadi lewat yahoo messenger. Awalnya, dia bertanya, apa benar saya akan pindah kantor. Walaupun dia sudah lama kerja di kantor yang berbeda, rupanya bukan halangan untuk berita semacam ini terbang kemana-mana. Buat sebagian orang, gosip sudah menjadi darah yang mengalir di seluruh tubuh. Ya, saya sudah mengundurkan diri, dan efektif sejak tanggal 19 Desember nanti, berhenti kerja dari kantor yang sekarang. Lalu dia tanya, pindah ke perusahaan apa? Saya jawab, belum tahu. Ada beberapa tawaran menarik, tapi sampai sejauh ini belum ada yang pasti. Teman saya kaget. Kok berani-beraninya berhenti kerja tanpa kepastian tempat baru. Saya jawab, ada rencana untuk pergi ke Bali, jadi gembel pantai, atau kerja serabutan, sambil memulai rencana traveling yang selalu tertunda, sekalian membersihkan hati-jiwa-dan-otak yang mumet sumpek dan padat oleh rutinitas dan kesibukan sehari-hari yang menumpulkan kreativitas. Saya juga ada rencana menulis dan membangun usaha penerbitan bersama beberapa teman yang sudah memasuki tahap penyuntingan karya-karya penulis (yang juga teman-teman dekat). Selain itu ada beberapa rencana usaha kecil-kecilan. Dan keluarlah komentar dahsyatnya itu: soul searching is expensive. Dia lalu cerita soal temannya yang fotografer, yang punya teman-teman seniman miskin. Menurutnya, kecuali saya jadi penulis seperti Michael Crichton atau Tom Clancy yang kaya raya, mendingan jangan nekat jadi penulis. Saya bilang, saya berencana jadi penulis yang kaya raya. Yakin betul. Ingin hidup sederhana tapi tak sengsara. Pembicaraan lewat dunia maya ini mengingatkan kepada pembicaraan dengan teman lainnya belum lama ini. Sepulang dari KebunKata hari Minggu lalu, saya dan beberapa teman meneruskan tongkrongan ke Starbucks Thamrin. Di antara pembicaraan seliweran dan kurang fokus yang terjadi malam itu, ada satu yang benar-benar berbekas di benak saya. Saya sudah lama sekali tidak bertemu dengan salah satu teman yang hadir malam itu, dan dengan semangat yang menggebu-gebu, saya utarakan beberapa rencana masa depan saya kepadanya. Belum sempat saya lama bicara, dia sudah berkata, "Sorry Ney, gue lagi nggak mau dengerin rencana-rencana elo sekarang." What the f#*k? Hati saya sempat panas mendengar jawaban itu. Tapi setelah berpikir sejenak, saya sadar bahwa jawaban itu datang bukan tiba-tiba tanpa dipikirkan olehnya. Selama beberapa tahun berteman dengannya, pasti sudah berjuta kali dia mendengar 'rencana-rencana' saya. Baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun soal idealisme berkarya. Dan dari sekian banyak keinginan tersebut, hanya segelintir yang terlaksana. Sedangkan teman saya ini termasuk salah satu dari sedikit yang sukses meniti karirnya dan sedang perlahan menggapai impiannya. Sebagai teman yang baik, dia rupanya tak takut untuk menghantam dan berkejam-kejam kepada saya, kalau menurutnya itu untuk kebaikan saya. Untuk itu, saya berterima kasih padanya. Dua minggu lagi saya jadi pengangguran. Tentu saja masih ada sumber penghasilan lain, dari pekerjaan sampingan sebagai penerjemah di sebuah majalah. Tapi selain itu, segala sesuatunya masih kabur. Yang mengherankan adalah, saya sama sekali tak merasa kuatir. Detik di saat saya mengirimkan email kepada atasan saya menyatakan pengunduran diri secara resmi adalah detik dimana saya benar-benar merasa lega dan terbebas dari banyak beban. Hidup cuma sekali. Masa muda lewat tanpa terasa. Buat apa usia dihabiskan berkarat sekarat di kotak satu kali satu, diperintah terus-menerus, diperbudak sesama yang berjarak ribuan mil jauhnya? So what's next? Backpacking? Writing? Or backpacking and writing? Carpe diem! -cubicleuniverse- Dec 6, 2007. 2.17 pm
 | wah ney ...diem-diem carpe.... nggak ding.... elo dari pada carpe diem-diem... carpe deh! gw setuju .... soul searching means more expenses ..... this is a material world.... the spiritual world is long gone since the food-gathering era.
good luck david carradine... |
 | it happened to me all the time. everytime i put my resignation up, i felt free. my first resignation years years back, was almost like what you're having now - i didnt have nowhere to go, but i was sure that i had to quit. i thought "with my quality and everything that i believed i had [tsah]"i'd get away with it easily.turned out i was a bum for months, and from the very optimistic snob i turned to a pessimistic cynics after realizing that i still had bills to pay, lifestyle to accomodate. after that, i was very careful. if i decided to stop working in some place, i had to be sure that there's something else [real,better,official] waiting for me in the other side. for some people, financial security, stability are not something that they're worrying about, that's because they know that even if they're not working, they'd still have food on the table. i thought i could do that too! [after years of working at that time i had quite a saving that i thought could support me for a thousands years more], when i saw the financial statement and how it's decreasing significantly while no significant incoming, i felt like being slapped in the face [because after i graduated i swore i woudnt ask a dime anymore to my folks]. so, like your friend's said, it's expensive! however, good luck for your searching. =)
|
 | buy ticket n get the train, kata tom york. saya pernah mengalaminya. dgn segala kekhawatiran dan kelebat bayangan yang sama. tapi, kemudian, (kali ini spt kata jm coetzee) hari2 berlalu dan tak terjadi apa-2. aku sempet "berlibur" di kampung halaman, ketemu teman-teman lama, nulis2 gak jelas sampe jauh malam. pokoknya melakukan banyak hal yg tak mgk dilakukan ketika (masih) bekerja. dan baru tau saat itu: o, begini tho rasanya bahagia. hiks |
 | nrhapsari wrote on Dec 6, '07, edited on Dec 6, '07 nothing ventured, nothing gained. even if the whole carpe-diem business doesnt go as you want it to, at least you've reached for it.
dasar orang indonesia, selalu ada 'setidaknya' |
 | iskyd wrote on Dec 6, '07 kata derrida tentang hidup, "hari ini ada, besok tak ada.. itu sama saja, ketiadaan"
so, seize the moment bro!! selamat nikmati perjalanannya... :)
|
 | kalo kata benyamin s, 'eh ujan gerimis aje'
hahahaha...seize the dragon ride the snake kick morrison slay cobain! |
 | bukan nakut2in lho Ney, hehe. =D what i experienced, the first few weeks, felt like heaven.lama2 mulai gelisah, lama2 mulai ngegerecokin orang2 lain, lama2 BT karena yang digerecokin punya jadwal rutin 9 to 5 jadi gak bisa terus2an digerecokin. =D
pesan gw [setdah mak2 gini gw]: apapun itu bidangnya, bentuknya, formulasinya, wacananya, semuanya membutuhkan dedikasi. dengan dedikasi, kita tidak akan menyakiti orang lain, tidak akan menyakiti diri sendiri dan tidak akan menyakiti pilihan yang kita buat sendiri.
yuk mareee... |
 | heineken mahal.mending cap tikus aja. banyak tuh di kampung lu. penghematan dong ah. =D |
 | cap tikus? jangan, deadly stuff.
satu sloki, semangat kerja dua sloki, masuk penjara tiga sloki, masuk neraka!
|
 | "Kaya waktu, miskin uang" ATAU "Kaya uang, miskin waktu"
|
 | sekarang sih "kaya (hmmm...mencukupi lah) uang tapi miskin waktu..." |
 | bintang atau anker msh lumayan murah, dan sehat (hah? sehat? hahahaha) |
 | ya udah, pletok dehhhh....hahahaha... |
 | kalau miskin uang kaya monyet gimanah ney...kekekekek |
 | kayanya lo musti lebih rajin berobat deh Ga...hahahahaha |
 | Wow! The soul-searcher. Hahahaha finally finally, the thing that i proposed months ago is nearly come true. As a matter of fact, you consider it very well :) Tante bangga padamu, nak. |
 | Wow! The soul-searcher. Hahahaha finally finally, the thing that i proposed months ago is nearly come true. As a matter of fact, you consider it very well :) Tante bangga padamu, nak.  hehehehe...finally, and people are asking why at the same time for both of us? ah, really exhausting to answer those questions, eh?
so, hows that packing going? ready to hit the sands jump off the water fly up the clouds? money is money, you know, it'll grow on a tree fall down with the morning rain...hahahaha...
oom ney juga bangga padamu, mbak...
ah, montani semper liberi! mari mendaki! :) |
 | gue lebih mengutamakan bertobat dulu baru berobat ney kekekekek |
 | gw saranin ney, kalo soul searching pake baju2 celana2 hitam ... jangan pake blu jeans... malu ama nickname. |
 | cb tanya nurman gimana caranya |
 | trus kapan kita jalan2 ney? |
 | tadi malem gue ngobrol ama temen gue... menurut yg ia percayai bahwa manusia itu dilahirkan ada yg utk menjadi leader dan ada yg jadi follower, ada yg jadi master dan ada yg jadi slave... lalu gue bantah dgn gaya kesoktauan gue (seperti biasa, hehehehe...) bahwa manusia itu dilahirkan dengan potensi sama, sama2 bisa jadi leader dan sama2 bisa jadi slave. yang membedakan mereka adalah kesempatan dan (mostly) material. so, selama ini kita seakan telah ditanamkan chip2 supremacy ttg hal itu. for instance, era ini, tukang becak dan petani di desa jelas2 tidak memiliki kapasitas menjadi seorang sekjen PBB atau menristek, tapi tukang becak bisa menjadi ketua RT di lingkungannya dan petani tadi bisa menjadi ketua kelompok KUD... george bush bisa saja menjadi leader yg ditakuti negara dunia ke3 (termasuk indonesia), but his lead never be followed by RRC or Cuba... whatever it is... it's up to you to became a leader or a follower, it depends on money to become a master or a slave... my point is, for ney and people in-ney-situation, fuck this, cause we're all alive and well. maju terus ney!
*kalo kata2 gue di atas dianggap ngaco, mohon ditangapi dengan ngaco juga, hihihihi... |
 | haduh abang ney, gue belum sempat memenuhi janji gue itu. after i got all these things done, yes? |
 | no, i mean i kinda tied up with that "process" you know, so better get those things done first (maybe sometime after next week), then we gotta loads of stuffs to update to each other (officially!) sounds like a plan, huh? ;) |
 | i wish i have that kind of courage ney .. i wish money is never a problem in my life, so everytime i get sick with one job, i can always quit and move on to the next .. i wish i don't have to worry about bills and cicilan .. i wish everytime i wake up in the morning, i don't have to clutter my mind with "wah .. nanti ada berapa juta orang yang casting ya?" "supplier unu udah dibayar belon ya?" "wah gue lupa masukin bajet di project inu.." "eeehhh.. cicilan itu udah dibayar belun ya?" "btw tadi si ene minta duit berapa ya?"
but i believe people have choices, so those with your kind of courage perlu gue beri angkat topi .. ;)
may you find what you truly looking for, ney! =)
damn right it is, soul searching is expensive, but maybe it's worth it ;) |
 | gue sendiri suka membayangkan jadi kayak elo gituh ney....
sayang baju item gue cuma dikit |
| |